Cerpen Part 2_Keadaan tidak membuat semangat surut

 




CERPEN 

Cerpen Part 2_Keadaan tidak membuat semangat surut

Rain telah menetapkan tujuan untuk bisa berkuliah di universitas yang ia inginkan, ia mulai berusaha keras untuk mewujudkan. Ia harus bisa fokus belajar dan memanajeman waktu yang di miliki agar bisa mencapai tujuan berkuliah. Tujuan ini lain yang menjadi Kompas Rain dan harus bisa mencapainya.
Rain telah memutuskan bahwa ketika ia lulus dari SMA. Ia hendak melanjutkan kulaih jurusan Arsitektur di salah satu universitas terbaik. 

Saat ini ia sudah masuk kelas 12 Semester Genap, ia sudah mulai mengerjakan ujian-ujian untuk menghadapi ujian nasional. Ia sering pulang hingga sore, karena ia ada tambahan les agar kemampuan dan pengetahuan Rain dalam mengerjakan ujian semakin meningkat.

Ia benar - benar memanfaatkan waktu yang ia miliki hingga beberapa bulan menjelang ujian Rain sering sekali tidur larut malam kemudian pagi hari jam 3 pagi ia sudah bangun. Itu semua ia lakukan agar ia bisa tetap belajar untuk bisa lolos SNMPT dan mengerjakan pekerjaan - pekerjaan rumah. 

Hingga suatu saat H-14 hari menjelang ujian nasional ia merasa lelah, capek, lesu, sampai ia ngedrop total, ia justru sakit, karena Rain tidak seimbang dalam menjalankan kegiatannya dan dalam merealisasikan waktu yang sudah ia kelola. Hingga ia harus di opname, di rumah sakit selama 5 hari.

Hari semakin berlalu, ujianpun semakin dekat. Rain kondisinya yang masih dalam tahap pemulihan, ia tetap tidak pantang menyerah. Waktu yang masih ia miliki tinggal 9 hari lagi. Ia mencoba untuk tetap tenang dalam menghadapi ujian hidupnya. Support dari bapak, ibu dan teman teman Rain dan motivasi Rain yang menjadi penyemanagat rain untuk tetap bangkit dalam menghadapi permasalahan yang ada. Ia tetap belajar dan optimis untuk bisa segera sembuh.

Selang beberapa hari Rain pun sudah membaik, ia sangat bersyukur kepadaNya atas kesembuhannya, ia mulai menata waktu yang ia miliki agar dalam mengelola waktu bisa lebih baik lagi, sehingga hal yang sama tidak akan terulang lagi.

Ia mulai mempersiapkan untuk ujian yang akan ia hadapi 2 hari lagi Rain akan menghadapi Ujian Nasional, maka ia mempersiapkan fisik maupun psikis agar lebih tenang dalam mengerjakan sehingga bisa mengerjakan dengan optimal.

Hingga akhirnya, hari yang di nanti Rain pun tiba, yaitu Ujian Nasional, ia semangat sekali dalam mengerjakan ujian, hingga beberapa temannya bangga kepada Rain, karena Rain pantang menyerah di kondisi yang sedang ia hadapi. 
Ia mengerjakan keseluruhan mapel yang di ujiakan. Semua mapel telah ia kerjakan semua, hingga hari terakhir ia mengerjakan ujian, ia merasa bersyukur atas nikmat yang diberikan olehNya, karena ia yakin bersama kesulitan pasti ada kemudahan.

Ia tinggal menunggu hasil dari ujian nasional, ia pun mulai mendaftarkan diri untuk mengikuti tes SNMPTN. Keinginan yang sudah bulat untuk kuliah di salah satu kampus Favorit dengan jurusan yang sangat ia minati ditambah dengan bakat yang ia miliki yaitu Jurusan Arsitektur. Ia telah mendaftarkan diri dan memenuhi syarat syarat tes tersebut.

Rain pun menunggu hasil dari Ujian Nasional dan Tes SNMPTN. Hingga suatu saat Ujian Nasional dan SNMPTN sudah ada pengumuman, ia di terima di PTN yang ia inginkan ditambah lagi nilai ujian nasional nya pun juga sangat memuaskan. Rain pun mengucapkan syukur atas hasil yang telah ia peroleh.

Hingga bapak Rain mengatakan " selamat ya nak, bapak telah berhasil menyekolahkan mu, tak sia - sia perjuangan mu, inilah hasil yang layak kamu dapatkan dari apa yang telah kamu usahakan". Seketika Rain pun berkaca - kaca tidak bisa membendung air matanya. Ia sangat senang atas keberhasilnya.

Inilah yang menjadi bentuk perjuangan Rain, atas kesabaran yang ia miliki hingga akhirnya ia bisa mendapatkan keberhasilan yang telah ia rencanakan.


Komentar